Kuliner Magelang : Ramen 31

Mi Ramen adalah kuliner yang mulai terkenal beberapa tahun belakangan. Salah satu faktornya adalah film naruto. Sosok Naruto yang gemar akan mi ramen, membuat kita yang membaca komiknya ataupun nonton filmnya jadi penasaran dengan rasa mi ramen. saat ini di kota-kota besar bermunculan gerai kuliner ramen, bahkan ada juga ramen instan yang di jual di swalayan.

Di Magelang terdapat beberapa gerai ramen. Awalnya penulis mengetahui ada dua gerai ramen, terus sekarang muncul beberapa gerai lagi, termasuk yang baru-baru ini buka di daerah Pecinan. Memang belum semua gerai ramen dicicipi sih. tapi ada satu gerai yang sudah didatangi beberapa kali, Ramen 31 (baca: San ichi). Ramen ini mulai beroperasi sekitar tahun 2016 atau malah tahun 2015. lokasi jualan berada di Kuliner Jendralan dan merupakan satu-satunya gerai ramen di sana.keistimewaan ramen ini adalah bener-bener mengutamakan rasa. ada tuh gerai ramen yang hanya jualan pedas aja, sehingga gurih ataupun rempahnya tidak terasa. nah di Ramen 31 ini pelanggan benar-benar dimanjakan dengan rasanya. kuah asin gurih, kuah kare yang kaya rempah, atau memilih spesial pedas. fokus pada rasa inilah yang membuat penulis cocok dan sulit untuk memimilih mi ramen lainnya.

Ramen 31 dikelola oleh pasangan suami istri loh. Konon si owner belajar langsung mengenai ramen dari negeri asalnya, negeri sakura. Tahun 2017 ini ramen 31 membuka gerai baru yaitu di sekitaran pasar gotong royong, seberang masjid. gerai baru ini dikelola oleh suami sedangkan yang di Kuliner Jendralan dikelola oleh istriny. bayangkan… dalam waktu yang tidak lama bisa membuka dua gerai, tentu saja ada yang spesial dari ramennya. jadi silahkan mampir dan nikmati kelezatan ramen 31.

berikut ini poto-poto ramennya. poto lokasi secara jelas belum ada ya… nanti diapdet potonya kalau dah mampir ke sana lagi…

 

ini mie ramen pake jamur, kuah kare
ini mie ramen yang paling penulis sukai. kuah asin gurih. kuahnya bisa dipilih sendiri
Ramen 31 di pasar gotong royong. keliatan rambut mas penjualnya.

Mengambil Hikmah Dari Kisah Jonathan Livingston Seagull “Si Camar Jonathan Livingston”

Si Camar Jonathan adalah sebuah novel yang cukup ringkas dibandingkan novel pada umumnya, namun ceritanya memiliki makna yang begitu mendalam. Saya sendiri sebenarnya belumlah membaca keseluruhan novel tersebut. Tulisan ini saya buat berdasarkan sebuah buku lain yang menyarikan pesan-pesan dari novel Si Camar Jonathan.

Judul asli novel Si Camar Jonathan adalah “Jonathan Livingston Seagull A Story” karya Richard Bach. Novel ini mengambil tokoh seekor burung camar yang bernama Jonathan Livingston dan berisi tentang kehidupannya. Apa istimenya kehidupan burung camar itu ya? Nah itulah yang menarik dari novel ini. Bach sepertinya hendak mengajak pembaca memahami kehidupan manusia saat ini melalui penokohan hewan, burung camar. Novel ini ibaratnya sebuah bacaan filsafat yang dibalut dalam kisah fabel.

Berikut ini garis besar cerita Si Camar Jonathan Livingston :

Sudah menjadi kebiasan bagi burung camar untuk mencari makan berupa sisa-sisa ikan dari perahu para nelayan. Ikan-ikan kecil yang tidak dibawa pulang dan dibuang oleh nelayan, itulah yang menjadi makanan burung camar. Ada seekor burung camar bernama Jonathan Livingston Seagull yang bosan mencari makan seperti burung camar lainnya. Ia justru berlatih terbang karena kegemarannya adalah terbang. Ia mendorong dirinya sendiri untuk mempelajari segala hal yang bisa dipelajari tentang terbang.

Kegemarannya ini membuat Jonathan terbuang dari kawanannya karena menjadi berbeda dengan camar-camar lainnya. Sebenarnya ayah Jonathan berkali-kali menasihatinya agar menjadi seperti camar lainnya. Namun, sekali mengikuti kebiasaan camar lainnya setelah itu kembali lagi Jonathan pada kegemarannya itu. Hingga akhirnya pimpinan camar mengasingkan Jonathan dari kawanan camar. Jonathan pun terbuang.

Setelah terbuang, Jonathan terus mengasah kemampuan terbangnya. Terbang lebih cepat, terbang menukik, semua kemampuan terbang dipelajarinya. Jonathan menjadi amat senang dengan kemampuannya selagi menjalani kehidupan yang diinginkannya. Ia bebas memilih ikan besar atau ikan kecil yang akan menjadi santapannya.

Suatu hari Jonathan didatangi oleh dua camar yang kemudian membawanya ke “tataran keberadaan yang lebih tinggi” yang bukan surga melainkan dunia lebih baik yang ditemukan lewat penyempurnaan pengetahuan, dimana Jonathan bertemu camar-camar lain yang gemar terbang. Kegigihan Jonathan untuk belajar terbang menjadikannya satu diantara burung-burung camar di tempat baru itu.

Jonathan berteman dengan camar paling bijaksana di tempat baru itu, Chiang. Chiang mengajari cara berpindah dalam sekejap kemanapun di alam semesta. Rahasianya kata Chiang yaitu,”Mulai dengan mengetahui bahwa kamu sudah sampai.”

Jonathan kemudian kembali ke dunia bawah untuk mengajari camar-camar lain yang seperti dirinya. Jonathan mengajari mereka ilmunya dan menyebar rasa cintanya terhadap terbang. Misinya berhasil, dan dia mengumpulkan camar-camar lain yang telah terbuang karena tidak mau mengikuti arus keumuman para camar. Akhirnya, Murid pertama Jonathan, Fletcher Lynd Seagull diangkat menjadi guru oleh Jonathan. Jonathan sendiri memilih untuk terbang lagi mencari kawananan yang memerlukan pengajarannya.

Pesan apa yang ingin disampaikan novel tersebut?

Ada banyak pesan yang dapat kita ambil, namun saya menuliskan dua pesan yang paling penting menurut saya. Pertama yaitu pesan bahwa jadilah kita seperti apa-apa yang kita inginkan. Hidup adalah pilihan dan kita bebas memilih mau menjadi apa kita. Janganlah takut ketika pilihan itu berbeda dari orang pada umumnya. Setelah itu berupayalah untuk mewujudkannya. Mungkin dalam upaya tersebut ada yang menertawakannya, adapula yang menghalanginya. Tapi yakinlah bahwa pilihan itu yang terbaik untuk kehidupan kita. Pesan kedua tampaknya Richard Bach mencoba mengkritik kehidupan manusia saat ini yang kurang berani untuk mengeksplorasi kemampuan diri sebagai manusia. Manusia saat ini pada umumnya cenderung belajar dan bekerja untuk mencari kenyamanan sesaat saja. Padahal dengan potensi yang dimiliki manusia bisa jauh lebih berguna dan mendapatkan lebih banyak hal-hal lain yang mungkin tidak terpikirkan saat ini. Hanya terdapat segelintir manusia yang benar-benar mau meninggalkan kenyamanan yang tampak itu, kemudian ia belajar giat dan bekerja keras untuk meraih hal-hal lain jauh lebih memberikan manfaat bagi dirinya dan masa depannya.

Sumber cerita : https://en.wikipedia.org/wiki/Jonathan_Livingston_Seagull

 

Yang Menguatkan Pribadi (Pribadi Hebat bagian 3)

Pribadi seseorang akan menjadi lebih kuat dengan adanya aspek-aspek berikut ini :

  1. Memiliki Tujuan

Jelaskan batas tujuan, jangan menerawang, dan tentukan garis jalan yang akan dilalui untuk mencapai tujuan tersebut. Setiap manusia memiliki tujuan hidup, seperti bayangan yang selalu ada bersama badan. Kita meyakini hidup hanya satu kali, oleh karena itu berjalanlah terus menuju tujuan hidup kita. Kelak jika telah sampai batas tujuan, berhenti sejenak dan menoleh ke belakang. Perjalanan telah diselesaikan dan bersyukurlah.

Bagaimana jika meninggal sebelum tercapai tujuan? Jika tujuan hidup kita telah jelas, maka yakinlah orang yang datang kemudian akan melanjutkannya.

  1. Keinginan Bekerja

Sebuah tujuan sejelas apapun akan percuma jika tidak dibarengi keinginan kuat untuk mewujudkannya. Itulah yang dimaksud keinginan bekerja. Belajar dari Abraham Lincoln yang sejak kecil melihat perbudakan dan ingin menghilangkannya dari Amerika. Maka selanjutnya kita melihat usaha-usaha beliau dalam mewujudkan cita-cita itu.

Keinginan itu ada dua macam, langsung dan tidak langsung. Keinginan langsung seperti alasan kita membuat suatu karya agar orang terinspirasi dan mendapatkan pelajaran dari karya tersebut. Namun ketika keinginan itu tercapai, maka muncul keinginan yang tidak langsung yaitu berupa ketenaran dan juga imbalan harta. Ini adalah wajar. Bahkan Rasulullah SAW menyadarinya dengan membagi 4/5 harta rampasan perang untuk para pejuang, sisanya 1/5 beliau SAW ambil untuk kemudian diberikan kepada fakir miskin dan anak yatim. Maka lihatlah ketika nabi SAW wafat maka warisannya hanya sekarung gandum.

  1. Rasa Wajib

Hakikat kewajiban adalah menjalankan kewajiban karena perintah jiwa sendiri, seorang tokoh Emmerson berkata, “Manusia yang bekerja karena didorong rasa wajib akan gembira mengerjakan pekerjaannya.” Rasa wajib dengan sendirinya memaksa diri supaya berjalan terus dan fokus. Setelah tunai tugas tersebut maka yang kita rasakan adalah rasa puas, senang, dan gembira. Itulah surga dunia yang kita rasakan walaupun orang lain melihat kita dalam kesengsaraan.

  1. Pengaruh Agama dan Iman.

Iman dan agama berpengaruh terhadap pembentukan pribadi. Sepintar apapun dan sebanyak apapun buku dibaca tidaklah menghasilkan suatu cipta karya jika tanpa keimanan. Bekerjalah manusia dengan penuh kepercayaan pada tuhan dan mengharapkan keridhoanNya. Para penemu terdahulu kebanyakan bekerja keras dengan mengharapkan keridhoan dari agamanya. Guglielmo Marconi penemu radio menyempurnakan pekerjaan dengan cita-cita keridhoan Paus atas usahanya. Begitu juga tokoh yang lain seperti Marthin Luther, Jamaluddin Al Afghani, dan juga Muhammad Abduh.

  1. Pengaruh Sholat dan Ibadah

Jenderal Eisenhower semasa perang melawan Hitler dulu selalu memulai pekerjaan besarnya dengan berdoa. Doa tersebut disalin dan disiarkan kepada seluruh prajurit melalui pendeta-pendeta tentaranya. Inilah salah satu contoh kehidupan ruhani. Kehidupan ruhani ini tidak akan mampu dipahami oleh kehidupan kebendaan atau materi. Sebagai umat islam kita diajarkan untuk berusaha dan bertawakkal. Usaha maksimal dan disertai dengan ibadah yang maksimal pula.

Seni dan Perasaan

Seni yang indah dan menunjukkan kehalusan rasa terlahir dari pikiran yang sehat. Banyak karya seni mendunia yang berusia bertahun-tahun masih terkenal hingga sekarang. Lukisan Rembrant, karya Shakespeare, hingga Beethoven, Mozart, dan Bach adalah contohnya.

  1. Pikiran dan Perasaan harus sejalan

Teori-teori seni hanyalah sebagai ilmu alat, dasarnya saja. Selanjutnya jiwa seni yang akan mengolah dan menjadikan suatu karya seni yang indah. Dua orang pelukis melihat keindahan alam yang sama dan memindahkannya ke kanvas ternyata menghasilkan karya yang berbeda, sebab mereka memandang dengan teropong masing-masing.

Hamka berkeyakinan bahwa pujangga yang besar tumbuh diatas tanah kelahirannya yang “dihisapnya”, sehingga orang inggris berhak mengklaim Shakespeare sebagai milik mereka atau orang Jerman mengklaim Goethe sebagai milik mereka. Untuk menjadi sosok yang besar maka perlulah kita menyerap, menggali dan menyelami di dalam masyarakat kita yang beragam.

  1. Mendidik bukan memaksa

Pada mulanya bakat itu ada dalam diri seseorang, namun keterbatasan pada pendidikan dan kondisi lainnya seperti kondisi ekonomi menyebabkan bakat itu tidak lekas terasah. Bakat untuk jiwa yang kuat tampak pada petani yang sedang mengerjakan sawahnya, tampak pada guru yang sedang menghadapi muridnya di dusun terpencil. Jiwa yang besar tak perlu dipukulkan Gong untuk menunjukkannya, ia berjalan setapak demi setapak tetapi konsisten dan mampu menahan berbagai aral melintang.

  1. Sendi-Sendi Kebesaran Jiwa

Sendi-sendi kebesaran jiwa yaitu :

  • Tidak gelisah. Ketenangan diperlukan dalam menapaki jalan menuju cita-cita. Banyak orang hilang ketenangan, menjadi gelisah karena tidak mampu menyesuaikan kenyataan dengan yang dicita-citakannya. Tidak ada perjalanan cita-cita yang singkat sekejap mata. Hidup mewah pun selalu menggelisahkan jiwa, karena hidup dipaksa melebihi kemampuan dan kesanggupan diri..
  • Rela Menerima Hidup dan Berusaha. Rela bukan berarti pasrah, karena kalau pasrah maka itulah “mati”. Kerelaan hidup mengajarkan kita mau bersakit-sakit. Seperti halnya ikan disungai terasa lebih enak dibandingkan ikan yang berada di kolam. Kita juga perlu memegang teguh cita-cita kita, berpegang pada kebenaran dan kemuliaan. Rugi harta benda tidaklah disebut rugi karena bisa dicari kembali. Rugi yang sebenar-benar rugi adalah rugi kehormatan.
  • Bermuka Jernih. Muka jernih mendatangkan simpati, muka kusut mendatangkan jemu walaupun ia seorang yang cantik. Muka jernih lahir dari jiwa yang jernih pula dan tidak membiarkan permasalahan hidup membuat jiwanya menjadi kusut.

Pribadi Bangsa (Pribadi Hebat- Bagian 2)

Pribadi Bangsa

Hamka menyebutkan ada dua macam pribadi yang membangun bangsa yaitu pribadi pemikir dan pribadi pekerja (Halaman 74). Oleh karena itu pekerjaan dalam hidup juga ada dua yaitu berpikir dan bekerja. Tidak ada diantara keduanya yang lebih baik dua-dua nya perlu seiring dan sejalan. Suatu ide pikiran dapat terwujud ketika ada orang yang mengerjakannya.

Dua pribadi ini harus ada dalam diri manusia Indonesia. Jika hanya salah satu saja yang ada maka kemajuan bangsa akan berjalan sangat lama. Thomas Alfa Edison adalah salah satu contoh dimana dua pribadi tersebut ada di dalam dirinya. Voltaire yang menyatakan pemikirannya akan kepincangan masyarakat Eropa, khususnya Perancis, perlu menunggu waktu sekitar delapan puluh tahun hingga terjadinya Revolusi Perancis. Pemikirannya baru terlaksana saat Revolusi Pe175206_337ca026-f7e7-11e4-bfea-18cf49bc7260rancis tersebut.

Bercita-cita dan berpikir akan kemajuan bangsa adalah ciri dari pribadi pemikir. Berusaha untuk mewujudkannya adalah ciri dari pribadi pekerja. Kemenangan akan diperoleh setelah bersusah payah dalam mewujudkan cita-cita itu, cita-cita bangsa.

Hamka menjelaskan bahwa adanya cendekiawan-cendekiawan, sarjana-sarjana, dan orang-orang pandai lainnya adalah untuk dekat dengan masyarakat dan menciptakan ragam pekerjaan bagi banyak orang. Inilah yang disebut dengan ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang dimiliki orang pandai tidak hanya disimpan si empunya saja, tetapi juga tersalurkan kepada orang lain dan memberikan manfaat bagi orang banyak (Halaman 77).

Setelah Indonesia merdeka maka perkembangan ilmu pengetahuan banyak menjadikan Barat sebagai kiblatnya, alhasil muncullah paham kebendaan atau materi. Menuntut ilmu tidak lagi sebagai bentuk kecintaan pada ilmu itu sendiri, tetapi sekedar sebagai alat untuk menaklukkan hidup yang berarti sekedar memenuhi kebutuhan materi saja. Jiwa ketimuran asli adalah jiwa yang tidak dipengaruhi oleh materi. Oleh karena itu banyak kita jumpai bahwa bangsa Indonesia adalah masyarakat komunal yang saling tolong menolong dan tidak pelit akan ilmu yang dimilikinya. Pengetahuan dimiliki bersama untuk kesejahteraan bersama. Jiwa ketimuran ini berbeda jauh dengan karakter Barat.

Apakah kita terus berorientasi pada Barat atau kembali pada jiwa ketimuran? Hamka menegaskan bahwa bangsa ini perlu memadukan dua hal tersebut. Tujuannya adalah agar kebahagian bagi bangsa dan tanah air, serta seluruh dunia, lahir dan batin, materi dan jiwa, jasmani dan rohani, kuat dan berpengaruh, berilmu dan berusaha, berpengaetahuan dan beragama, berpendirian dan berperikemanusiaan (halaman 80).

Pribadi bangsa yang ingin diciptakan adalah pribadi yang besar dan kuat karena pengetahuan yang dikerjakan dan harapan akan kemenangan. Kemenangan terletak dibalik kepayahan dan perjuangan, dibalik keringat, darah, dan air mata, dibalik bertanya kerja otak untuk berpikir dan tubuh bekerja. Kunci memperoleh kemenangan ini dalah ketetapan hati dalam melalui setiap prosesnya.

Wow… Amazing Deh… Punya Doppelgänger dari Kartun Animasi

Doppelgänger (seterusnya akan ditulis sesuai cara membacanya yaitu : Doppelgaenger) mungkin bagi kebanyakan orang merupakan kata yang baru didengar. Saya sendiri tau istilah tersebut dari game Wolf di sosial media Telegram. Namun jika mencoba mengetikkan kata tersebut pada mesin pencari di internet maka akan dijumpai beragam informasi mengenai Doppelgaenger.  Doppelgaenger berasal dari bahasa jerman, “doppel” memiliki arti “double” atau ganda, sedangkan “Gänger” memiliki arti “Walker” atau Pejalan.  Doppelgaenger berarti “Double Walker” dalam bahasa inggris yang kalau diartikan menjadi pejalan ganda. Maksudnya adalah sosok / bayangan yang menyerupai diri kita yang dipercaya selalu menemani diri kita.

Kemunculan doppelgaenger ini diyakini oleh masyarakat (dari sumber yang diperoleh, masyarakat merujuk pada masyarakat eropa) menjadi pertanda bahwa orang tersebut akan meninggal. Konon Ratu Elisabeth I bertemu dengan doppelgaengernya sebelum beliau meninggal dunia. Perlu diketahui doppelgaenger berbeda dengan hantu, dimana hantu bagi sebagian kepercayaan adalah sosok yang telah meninggal namun arwahnya masih bergentayangan. Doppelgaenger muncul ketika diri aslinya masih hidup.

Fenomena Doppelgaenger ini di masyarakat seperti ada orang yang terlihat berada di dua tempat yang berbeda. Contoh yang sering disebutkan adalah kisah ibu guru Emile Sagee, seorang guru di Latvia pada tahun 1845. Ketika beliau mengajar di kelas, konon  semua siswa di kelasnya yang berjumlah 13 anak melihat kehadiran sosok Emile Sagee lain persis di sebalah sosok asli si Ibu Guru. Sosok bayangan ini menirukan gerakan menulis si Ibu Guru, namun tanpa memegang kapur. Ibu Guru Sagee sendiri tidak mengetahui kejadian itu, hanya saja dia mengatakan tubuhnya akan merasa sangat kelelahan dan tampak pucat ketika doppelgaengernya muncurl.

Di dalam islam fenomena doppelgaenger ini mungkin semacam jin Qorin yang menemani manusia.  Dari sumber informasi menyebutkan bahwa jin Qorin merupakan setan yang bertugas menyesatkan manusia.  Hal ini didasarkan pada Q.S Qaf ayat 27 , “ Yang menyertai dia berkata (pula): Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya tetapi dialah yang berada dalam kesesatan yang jauh.”  Dalam teks Alquran, “Yang menyertai dia” disebut dengan Qorinuhu.

Oke… kita cukupkan pengenalan doppelgaenger tersebut. artikel ini sebenarnya ingin berbagi tentang pertanyaan masa kecil dulu, “Apakah di dunia ini kita memiliki kembaran?”. Pertanyaan tersebut muncul karena ada teman yang berkata bahwa manusia memiliki kembaran diberbagai belahan dunia hingga tujuh orang. Wow… alangkah kerennya kalau begitu.

Nah… apakah akan lebih keren lagi jika sosok diri kita persis seperti sebuah karakter yang ada di kartun animasi. Apakah sosok Nobita asli ada di kehidupan nyata? Akan seperti apa detektif Mickey Mouse dalam kehidupan nyata? Inilah pikiran-pikiran liar penulis saat masih kecil dulu.

Tetapi dengan melihat foto berikut ini, setidaknya kita bisa mengetahui bahwa mungkin saja ada sosok kartun yang serupa dengan sosok di dunia nyata. Hanya saja jangan berharap lebih pada kesamaan sifat atau karakter.

karakter Carl di film kartun Up ternyata ada yang mirip dengannya
russell-up
karakter Russel juga sama loh..

Mari kita mengajukan sebuah tanya, Apakah kedua sosok nyata dari Carl dan Russel itu berani menerbangkan rumah dengan balon gas menuju ke Angels Falls?

angel falls yang asli ada di Venezuela
angel falls yang asli ada di Venezuela

 

 

 

sumber Informasi :

  1. http://paranormal.about.com/od/Doppelgangers/a/doppelgangers.htm
  2. http://www.kaskus.co.id/thread/5214e8283f42b2c76c000000/fenomena-doppelganger—kembaran-yang-misterius/
  3. http://www.ibnukatsironline.com/2015/10/tafsir-surat-qaf-ayat-23-29.html
  4. http://www.boredpanda.com/cartoon-character-look-alike-doppelganger/ (Gambar Carl dan Russel)
  5. http://travelercorner.com/a-trip-to-angel-fall/ (gambar Angels Falls)


Mengenal 10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga

“Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang agung.” (Qs At-Taubah : 100)

 

Sahabat lebih dari sekedar teman, kehadirannya selalu ada di kala susah maupun senang. Umat islam yang hidup se zaman dengan Rasulullah SAW biasa disebut sebagai sahabat Rasulullah SAW, namun ada 10 sahabat yang selalu membersamai Rasulullah SAW dari masa awal dakwah islam di Mekkah hingga wafatnya Rasulullah SAW. Ke sepuluh sahabat tersebut telah mendapatkan jaminan surga, seperti pada sabda Rasulullah SAW, “Abu Bakar di surga, Umar di spadang-pasirurga, Utsman di surga, Ali di surga, Thalhah di surga, Az Zubair di surga, Abdurrahman bin ‘Auf di surga, Sa’d di surga, Sa’id di surga, dan Abu Ubaidah ibnul Jarrah di surga.” [HR At Tirmidzi (3747), hadits shahih.]

Itulah 10 sahabat pilihan, yang dijamin rasulullah SAW masuk ke surga. Itulah sahabat terbaik yang merasakan betul, apa hakikat pengorbanan. Sahabat perjuangan, yang mengetahui indahnya berbagi. Sungguh bahagianya baginda Rasul, dikelilingi sahabat yang tidak hanya loyal, tapi juga peduli, dan kritis. Sehingga baginda Rasul tidak hanya mendapatkan kesetiaan, tapi juga Rasul memiliki sebuah tim dakwah yang kooperatif dan konstruktif.

Mari kita coba kenali sekilas kisah ke-10 sahabat perjuangan pilihan Rasulullah SAW:

  1. Abu Bakar Ash Shiddiq

Abu Bakar Ash Shiddiq merupakan laki-laki pertama yang menyatakan masuk Islam. Pengorbanan dan keberaniannya dalam menemani perjuangan Rasulullah shalallahu alaihi wassalam tercatat dalam sejarah, bahkan diabadikan di dalam Al Quran Surat At Taubah ayat ke-40. “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekkah) mengeluarkannya (dari Mekkah) sedang dia salah seorang dari dua orang (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada di dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak dapat melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. ALlah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Abu bakar juga merupakan khalifah pertama setelah Rasulullah wafat.  Semasa menjadi Khalifah Abu Bakar terkenal tegas terhadap mereka yang enggan membayar zakat, bahkan memeranginya. Pengorbanannya dan akhlaknya yang mulia tidak akan terpisah dari perjuangan dakwah Rasulullah SAW. Di usianya yang ke 63 tahun, Abu Bakar wafat. Sebanyak 142 hadist diriwayatkan dari beliau.

  1. Umar Bin Khatab

Umar Bin Khatab merupakan salah seorang yang sangat disayangi oleh Rasulullah semasa hidupnya. Dan beliau juga adalah khalifah kedua sepeninggalnya Abu Bakar. Ketika Umar belum memeluk agama Islam, beliau merupakan musuh Islam yang paling ditakuti. Namun ketika Allah telah memberikan hidayahnya dan Umar bersyahadat di hadapan Rasulullah, beliau menjadi benteng Islam yang sangat kokoh, sehingga membuat kaum Quraisy berpikir berkali-kali untuk melakukan perlawanan terhadap Rasul dan sahabat. Peristiwa penting ini terjadi pada tahun keenam sesudah Nabi Muhammad diangkat menjadi nabi dan rasul Allah. Umar Bin Khatab mendapat julukan AL Faruq, karena keberaniannya dan bahkan sangat ditakuti oleh orang-orang Quraysi. Di masa kekhalifahannya, Islam berkembang sangat pesat. Mulai dari kerajaan Persia hingga Romawi Timur ditaklukannya hanya dalam kurun waktu satu tahun. Umar Bin Khatab meninggal pada usia 64 tahun karena dibunuh oleh Abu Lulu’ah.

  1. Usman Bin Affan

Usman diangkat menjadi khalifah setelah Umar Bin Khattab wafat. Usman Bin Affan digelari dengan panggilan Dzun Nurain. Dikenal sebagai sosok khalifah yang sangat pengasih lagi lemah lembut. Ustman juga terkenal dermawan, karena suka menginfakkan hartanya yang melimpah di jalan Allah. Syahid pada bulan Dzulhijjah setelah Idul Adha 35 H. Pada umur 80 tahun. Di masa pemerintahannya seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat dikumpulkan dan kemudian disusun menurut apa yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW, sehingga menjadi sebuah kitab suci yang kita dapati sekarang.

  1. Ali Bin Abi Thalib

Ali Bin Abi Thalib merupakan suami dari putri Rasulullah yang sangat dicintainya, Fatimah. Ali dikenal sebagai sosok yang cerdas, berilmu pengetahuan yang tinggi dan terkenal dengan siasat perangnya. Ali sudah mengikuti Rasulullah sejak kecil. Ali menjadi khalifah keempat setelah Usman Bin Affan.  Beliau digelari dengan panggilan Abu Turab. Hidup dalam kesederhanaan dan sangat berani dalam berperang. Ali wafat pada 40 H, setelah ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam dengan pedang yang beracun pada saat shalat subuh. Beliau dimakamkan di Kufah, Irak.

  1. Thalhah Bin Abdullah

Melalui perantara Abu Bakar Ash Shiddiq ra, Thalhah masuk Islam. Selain perang badar, Thalhah selalu aktif mengikutinya. Ketika perang Uhud, Thalhah yang mempertahankan Rasulullah sehingga terhindar dari mata pedang musuh, namun jari-jari Thalhah putus. Dalam perang Jamal pada masa pemerintahan Ali, Thalhah gugur dan dimakamkan di Basrah.

  1. Zubair Bin Awaam

Zubair juga masuk Islam karena Abu Bakar. Ia pernah hijrah ke Habasyah sebanyak dua kali dan selalu aktif mengikuti peperangan. Sama seperti Thalhah, Zubair gugur dalam perang Jamal pada masa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dan dimakamkan di Basrah pada usia 64 tahun.

  1. Sa’ad Bin Abi Waqqas

Sa’ad sudah mengikuti Islam sejak remaja, yaitu saat berusia 17 tahun. Sa’ad termasuk sahabat yang ikut serta disemua peperangan. Pernah juga ditawan musuh kemudian ditebus oleh Rasulullah dengan kedua orangtuanya sendiri ketika perang Uhud. Sa’ad dikenal pada saat penaklukkan Persia. Karena kekuatan Islam saat itu menewaskan tentara Persia dalam perang Al-Qadisiyah. Hingga Sa’ad digelari pahlawan Qadisiyah. Pada zaman Ustman pula, Sa’ad mengetuai perjalanan umat Islam ke China. Sehingga Sa’ad dikenal sebagai perintis Islam ke China. Wafat di Aqiq, pada tahun 55 H. Belaiu wafat pada usia 70 tahun (diriwayat yang lain 82 tahun).

  1. Sa’id Bin Zaid

Sa’id Bin Zaid Memeluk Islam sejak kecil dan aktif di semua peperangan kecuali perang Badar. Saat perang Badar, bersama Thalhah, beliau diperintahkan oleh Rasulullah untuk mengintai pergerakan musuh (kaum Quraisy). Beliau wafat di usia 70 tahun.

  1. Abdurrahman Bin Auf

Melalui Abu Bakar Siddiq, Abdurrahman Bin Auf memeluk Islam sejak kecil. Beliau mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah. Ketika perang Uhud, beliau tertusuk 20 panah dan giginya rontok. Abdurrahman Bin Auf turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2 kali. Meninggal pada usia 72 tahun (di riwayat yang lain 75 tahun), dimakamkan di Baqi’.

  1. Abu Ubaidillah Bin Jarrah

Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun. Pernah berhijrah ke Habasyah yaitu pada periode kedua. Beliau mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah Saw. Pada tahun 18 H Abu Ubaidillah meninggal dunia karena penyakit pes. Dan dimakamkan di Urdun yang hingga saat ini masih sering diziarahi kaum Muslimin.

Itulah ke sepuluh sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga. Pengorbanan yang dilakukan, keikhlasan, dan kecintaan mereka terhadap islam dan Rasulullah SAW berbuah manis dengan dijanjikan masuk surga. Semoga semua sahabat-sahabat Rasulullah SAW berlimpah rahmat dari Allah SWT.  Aamiin

Sumber:

http://www.dakwatuna.com/2014/10/20/58609/sahabat-perjuangan/#ixzz4O4ABEX3e

http://www.dakwatuna.com/2006/12/22/20/sepuluh-sahabat-yang-dijamin-masuk-surga/#ixzz4O49cykHL
http://www.fimadani.com/mengenal-10-sahabat-nabi-dijamin-masuk-surga/

Pribadi Hebat (Bagian 1)

“Dua puluh ekor kerbau yg sama gemuk, sama kuat, dan sama pula kepandaiannya menarik pedati, tentu harganya tidak jauh berbeda. Akan tetapi, dua puluh manusia yang sama tinggi dan sama kuat, belum tentu sama harganya.” (Hamka, pribadi hebat, hal 2)

Buya Hamka dalam tulisannya mengenai pribadi hebat menjelaskan tentang 10 hal yg memunculkan pribadi seseorang. 10 hal itu adalah :

– daya tarik

– cerdik175206_337ca026-f7e7-11e4-bfea-18cf49bc7260

– menimbang rasa (empati)

– berani

– bijaksana

– berpandangan baik

– tahu diri

– tubuh yang sehat

– bijak dalam berbicara

– percaya pada diri sendiri

Poin no 1 sangat menarik untuk kita cek di dalam diri kita. Hamka menuliskan sebuah pertanyaan mengenai daya tarik ini, “Dengan apa kita membuat orang menjadi tertarik?”

Hamka mencontohkan dua sosok dengan daya tarik ini yaitu dr Soetomo dan bung Karno.

Dr soetomo sempat dibenci oleh kalangan islam karena pendapatnya, namun orang-orang tahu bahwa dr Soetomo ini memiliki budi yang tinggi, sehingga siapa saja yang berbicara padanya akan tertarik pada dirinya. Berkaitan dua hal itu seseorang berpesan pada Buya Hamka, “jika kebencian Tuan hanya karena ikut-ikutan, saya percaya Tuan akan tertarik setelah bertemu dan bercakap-cakap dengannya, budinya tinggi. Sebab itu jika Tuan hendak terus membencinya jangan pernah mendekat kepadanya.”

Sosok yang kedua adalah Bung Karno. Bung Karno selain terkenal dengan orasi dan kemampuan berbicaranya, ternyata beliau juga mengingat seluruh rekannya walaupun rekan itu hanya membantu Soekarno sekali saja.”

Dapatkah anda merasakan bagaimana perasaan seseorang yang disapa akrab oleh seorang presiden, padahal anda hanya bertemu sebentar dan membantu sedikit ketika sang presiden masih berjuang pada masa dahulunya?

Buya Hamka menekankan bahwa pentingnya diri kita memiliki daya tarik ini. Jika nama kita disebut maka akan tersebut pula daya tarik kita… “Oh… dia yang suka menolong itu…” “Oh dia yang jarang keliatan susah karena selalu tersenyum” mungkin seperti itu.

Cinta Dimana-mana

cinta1

            Februari adalah bulan kasih sayang, bulan cinta. Sejak kapan orang Indonesia mulai mengenal istilah tersebut? Tidak ada yang tahu jawabannya. Hal yang jelas adalah orang-orang Indonesia suka banget ngikutin tren dari luar sana. Perayaan tanpa esensi terjadi dengan satu alasan utama, orang modern gitu.

            Cinta itu ada dimana-mana kan ya? Ada di sekitaran kita. Lagu-lagu cinta lebih laku. Puisi cinta bertebaran di mana-mana. Ada juga tuh bakso cinta, bakmi cinta, nasgor cinta, semur jengkol cinta, Cinta laura, dan Cinta juga kuya, O iya Cinta putrinya mas Tarjo dan mbak Trini (ini tetangga ya…) udah bisa manggil papah dan mamah ke orang tuanya loh, padahal  umurnya baru 18 bulan. Konon juga nih…. kata orang bijak cinta itu yang membuat seseorang jadi cantik.

            Definisi cinta pun macem-macem… Si Bram pernah cerita begini, “ Saat kecilku pernah bertanya tentang arti cinta pada bunda, bunda pun menjawab cinta adalah kasih sayang induk dan anaknya…  Saat ku mulai beranjak dewasa pada sahabatkupun bertanya, dia pun menjawab cinta adalah kasih sayang dua insan manusia.” Tapi si Bram ini juga masih bingung, dia merasa ga ada jawaban yang tepat. Coba deh tanya arti cinta ke ustad, jawabannya juga beda, cinta menurut beliau ada dua, cinta hakiki dan cinta semu. Boleh juga tanya pakdhe Stenberg. Pakdhe Stenberg itu pernah ngasih teori cinta dalam dunia psikologi. Teorinya dikenal dengan segitiga cinta Stenberg, gairah, keintiman, dan komitmen.  Segitiga itu kemudian membentuk macam-macam cinta, cinta palsu, cinta nafsu, cinta buta, dan cinta sejati. Tuh kan banyak definisinya….. Daripada bingung dan bertanya terus seperti Bram, biarlah definisi cinta itu ada pada diri kita masing-masing saja.

            Kalau aku sependapat dengan Pakdhe stenberg. Jika cinta yang kita miliki terdiri dari tiga komponen tersebut, maka itulah cinta sejati. Ayoookkk di cek cintamu… ada tiga komponen itu atau tidak? (>.<).  kalau cuma ada dua diantaranya itu bisa saja sekedar persahabatan, atau cinta nafsu doang. Iya…. cinta nafsu, cinta yang cuma pengen seneng-seneng aja, tertarik sama fisik lawan jenis (gairah) dan pengen dekaaattt terus (keintiman) tapi ga mau ada komitmen. Komitmen itu apa sih? Komitmen ya janji yang mengikat, sederhanya adalah pernikahan.

            Oke-oke yang menarik menurutku tiga komponen cinta itu bisa menjelaskan sejauh mana cinta kita pada Sang Pencipta. Gairah menunjukkan adanya ketertarikan pada Sang pencipta, “Apabila disebut namaNya bergetar hatinya, apabila diperdengarkan ayat Al-quran semakin bertambah keimanannya.” hayooo surat apa itu? Nah itu gairah loh… terus keintimannya dimana? Sang penciptamu udah nyediain waktu lima kali sehari buat bertemu denganNya, plus… kesempatan berduaan di hening sepertiga malam. Spesial banget kan… ayo dimanfaatkan waktu untuk bisa intim dengan Sang Pencipta. Trus komitmennya apa? Komitmen dimulai dari ketika bersyahadat, sungguh-sungguh mengerjakan perintah dan laranganNya, hingga bayar zakat dan memberi makan anak yatim atau fakir miskin. Ayoo cek lagi cintamu pada Sang Pencipta, apakah sudah berbentuk cinta sejati atau…. (isi sendiri aja, ga kuat nulisnya.)

            Paling bikin sebel itu kalau ngaku-ngakunya aktivis dakwah, menjalankan cinta pada Sang Pencipta, eh… malah menduakan Sang Pencipta. Padahal kata om Hedi Yunus, “ Mendua aku tak mampu…” ho oh bener… manusia itu ga mampu menduakan cinta Sang Penciptanya. Loh..loh… jangan panas dulu… atur napas dulu ya…. Pernah gak sebagai aktivis betah banget rapat… (kok rapat ya?). Rapat sih cuma dua jam, bahasan juga gak jelas. Nah habis rapat… saling curhat deh sampai empat jam. Ada yang teriak, “Woiii itu oknum!!”. Iya…iya oknum, dua orang doang sih yang curhat, tapi cowok dan cewek. Si cowok curhat skripsi dan dirinya yang udah mau dapat surat cinta dari fakultas (baca : SP1). Si cewek curhat juga tentang ustadzahnya yang banyak ngelarang-larang. Terus tiba-tiba muncul benih-benih cinta yang menjadi virus. Lihat deh kelanjutannya apa? Lupa tuh sama yang dulu pernah diikrarkan, dakwah demi cinta pada Sang Pencipta.

            Pengen cerita lebih banyak lagi, tapi udah dulu ya. Bahasan cinta memang sangat menarik. Apalagi bagi para jomblo. Tetapi ingat ya jangan coba-coba bermain api dengan cinta, apalagi tebar jala palsu atau umpan palsu, alias PHP. Bahaya dan justru akan menjatuhkkan izzah kita sebagai manusia dihadapan manusia lain. Salam cinta.

kepribadian dan faktor pembentuknya

dsc_01451
Kepribadian dapat diartikan sebagai ciri-ciri tertentu yang relatif stabil (bertahan lama dan sulit diubah). Misal ada orang yang dikenal sebagai pemarah, sifat ini relatif bertahan lama sehingga disebut stabil. Orang-orang banyak mengetahui sifat tersebut dan tampak berulang-ulang. Inilah yang kemudian disebut sebagai kepribadian. Orang itu memiliki kepribadian pemarah. Beberapa contoh kepribadian yang sering disebut misalnya ekstrovert, introvert, keras hati, perasa, penurut, dsb
Lalu bagaimana sifat seperti rendah hati dan tinggi hati? Dua sifat ini kurang tepat disebut kepribadian karena merupakan sikap. Sikap secara sederhana berarti pilihan terhadap suatu nilai, baik atau buruk. Oleh karena itu sikap kurang tepat disebut kepribadian, karena  adanya pengaruh nilai. Bisa saja orang yang rendah hati pada suatu ketika memilih menjadi tinggi hati, atau sebaliknya
Mengapa kepribadian orang bisa berbeda dan bagaimana proses yang membentuk kepribadian seseorang? Banyak ahli yang memberikan penjelasan tentang faktor-faktor yang membentuk kerpibadian seseorang. Setidaknya ada dua faktor  yang dikenal sebagai pembentuk kepribadian, yaitu keturunan dan lingkungan.
Faktor turunan menjelaskan bahwa kepribadian seseorang didasarkan pada genetis, diturunkan melalui orang tua. Berdasarkan teori ini berarti kepribadian seseorang bisa serupa dengan ayah, ibu, kakek,nenek, atau saudara yang masih terikat pertalian darah. Faktor keturunan ini dikenal juga dengan sebutan faktor biologis.
Faktor berikutnya adalah faktor lingkungan, artinya lingkungan membentuk kepribadian seseorang. Teori ini banyak dianut oleh aliran behavioristik. Lingkungan yang memengaruhi terbentuknya kepribadian seseorang misal, lingkungan tempat tinggal seperti kondisi rumah dan tetangga sekitar, pendidikan melalui sekolah atau pengajian,  dan lingkungan lain seperti tempat kerja, dan pertemanan
Berdasarkan faktor-faktor diatas, maka untuk memahami kepribadian seseorang dapat dilakukan dengan memerhatikan kepribadian keluarga dan juga memerhatikan lingkungan sekitarnya. Walaupun demikian, sebenarnya manusia memiliki satu hal yang membuat dia berbeda dengan makhluk lain. Satu hal ini membuat manusia bisa memilih mau menjadi apa dirinya. Termasuk memilih lingkungan tempat tinggalnya. Akal adalah alat yang terdapat dalam diri manusia untuk memunculkan satu hal tersebut. Apakah satu hal tersebut? Satu hal tersebut adalah kebebasan untuk memilih.
Kebebasan untuk memilih yang membuat manusia berbeda satu sama lain. Kebebasan memilih ini juga yang menyebabkan manusia menjadi seperti apa yang dia inginkan, entah itu baik atau jahat, menjadi pendiam atau pemarah. Kebebasan memilih ini menjadi faktor yang lebih penting daripada faktor turunan atau faktor lingkungan. Kebebasan memilih ini pula yang dapat menjelaskan mengapa ada orang yang pemarah didalam keluarga yang penyabar, atau mengapa ada orang yang tidak teratur ditengah lingkungan keluarga, tetangga, dan sekolah yang teratur.
Oleh karena itu, ingin menjadi seperti apa seorang manusia maka ia memiliki kebebasan untuk memilihnya. Demikian pula kepribadian, bukan merupakan hasil cetakan, tetapi manusia dapat memilih kepribadian sesuai apa yang diinginkan.
Sumber :
1.       kuliah di kelas tentang kepribadian

Resiliensi : Kemampuan Bertahan dan “Move On” dari berbagai macam situasi (Bagian 2/2)

Bagian 2 : Membangun Resiliensi Diri

Setelah mengenal tentang arti resiliensi, tentu kita akan bertanya, lantas bagamana membangun resiliensi diri kita? Asosiasi Psikologi Amerika pernah mengeluarkan selebaran yang berisi hasil penelitian mereka untuk membangun resiliensi. Selebaran itu berjudul “The Road to Resilience”. Selebaran itu berisi sepuluh rekomendasi untuk mengembangkan dan mengelola resiliensi yaitu :

resilience-bend-or-break

  1. Kelolalah hubungan yang baik dengan keluarga, teman, dan orang-orang sekitar.
  2. Jangan pernah memandang suatu masalah sebagai hal yang tidak bisa diatasi, melainkan berusahalah untuk mencari kemungkinan penyelesaiannya
  3. Terimalah kondisi bahwa terkadang ada peristiwa yang di luar kontrol kita, bahkan ketika peristiwa itu sangat berpengaruh bagi kehidupan kita.
  4. Buatlah goal yang realistis. Jika perlu uraikan langkah-langkahnya dan rencanakan untuk bekerja secara rutin untuk meraih goal tersebut.
  5. Sebaiknya tidak menghindari masalah, tetapi lakukan tindakan yang mendukung untuk mengembangkan situasi dalam menyelesaikan masalah.
  6. Berusahalah untuk melakukan pengembangan diri dengan berusaha untuk menemukan makna positif dan konstruktif dari setiap peristiwa.
  7. Pembiasaan adalah cara pandang yang baik dan membantu dalam pengembangan kepercayaan diri dalam usaha memecahkan masalah.
  8. Upayakan untuk melihat segala sesuatu seimbang dari berbagai sudut pandang dan fokus pada penggambaran yang lebih besar dan luas.
  9. Kelolalah pandangan yang optimis dan penuh harapan, fokus pada pencapaian tujuan dibandingkan mencemaskan hal-hal yang belum terjadi.
  10. Rawatlah diri anda, perhatikan kebutuhan yang diperlukan diri anda, kesehatan fisik, penampilan, aktivitas yang sehat, bahkan aktivitas hiburan. Dalam hal ini termasuk aktivitas transendental atau keruhanian juga perlu diperhatikan.

10 karakter diatas dapat dikembangkan melalui teknik-teknik yang telah diperkenalkan dalam dunia psikologi. Diantaranya yaitu:

  • Terapi Perilaku Kognitif (CBT : Cognitive-Behavioral Therapy). Terapi ini termasuk terapi Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT) adalah terapi psikologis pada proses kognisi (pikiran dan keyakinan) dan juga perilaku dalam tujuan untuk mengelola emosi. CBT menjadi dasar dalam banyak pendekatan untuk membangun resiliensi diri.

  • Training Problem-Solving (PST : Problem Solving Therapy, or Training). Beberapa pelatihan CBT ada yang menggunakan teknik PST ini. Namun dalam menggunakan teknik ini perlu diketahui pada titik mana harus berhenti. Karena jika tidak dapat menimbulkan bahaya lain. Teknik ini perlu dikembangkan bersamaan dengan skill penerimaan diri.

  • Terapi Relaksasi (Progressive and Applied Relaxation) . Terapi relaksasi bermanfaat bahkan untuk pencegahan dari gangguan stress. Dengan kata lain terapi ini membantu membangun resiliensi diri untuk mengatasi kemungkinan munculnya gangguan stress atau depresi.

  • Pelatihan Skill Sosial dan Asertif (Social Skills Training And Assertiveness). Training asertif tampaknya menjadi training skill sosial paling awal. Training skill sosial yang biasa digunakan untuk membangun resiliensi meliputi : training asertif, empati, dan skill berkomunikasi. Fokus dari sosial skill adalah mengembangkan kemampuan untuk mengelola hubungan sosial dan mendapatkan dukungan sosial yang berguna bagi resiliensi seseorang.

  • Program Resiliensi Penn (PRP : The Penn Resiliensi Programme). Program ini dibuat khusus untuk pengembangan resiliensi. PRP dikembangkan oleh Reivich dan Shatte (2002) yang berisikan pelatihan tujuh kunci skill untuk membangun resiliensi. Program ini dikembangkan berdasarkan kajian psikologi positif. Untuk lebih jelasnya mengenai PRP ini bisa mencari informasi via media lain.

  • Pendekatan berdasarkan kualitas kesadaran dan penerimaan diri (Mindfulness And Acceptance-Based Aproaches). Pendekatan ini serupa dengan CBT, tetapi digunakan pada orang-orang dengan kondisi normal (non klinis). Tujuannya untuk mengembangkan fungsi preventif diri. Penekanan pendekatan ini pada sikap dalam menghadapi hambatan dan mengelola stress.

Kunci dari teknik yang digunakan untuk mengembangkan resiliensi adalah membangun kekuatan diri. Pada masa kini mulai banyak pengembangan teknik yang diadaptasikan dari beberapa teknik diatas. Seiring perkembangan zaman, akan semakin berkembang pula teknik dan pendekatan dalam pengembangan diri. Semoga apa yang tertulis disini memiliki manfaat bagi para pembaca.

 

 

Catatan :

tulisan ini merupakan ringkasan dari buku “Build Your Resilience”, Donald Robertson, diterbitkan pertama pada tahun 2012 oleh Hodder Education, UK.